Polres Pasuruan Ajak Ormas PWI – LS Perkuat Persaudaraan Lewat Ngaji Budaya Kebangsaan

Pasuruan, suara konservatif.id – Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti forum Ngaji Budaya Kebangsaan yang digelar Komunitas Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS) di Caffee Zaco Korner Desa Gajah Bendo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut menghadirkan KBO Binmas Polres Pasuruan, Iptu Bambang Hariyadi, S.Pd., S.Sos., sebagai narasumber dalam diskusi interaktif bertema peningkatan pemahaman sejarah, tradisi, dan penguatan persaudaraan antarumat beragama. Rabu malam (17/6/2026).

Acara dihadiri sejumlah tokoh PWI-LS, di antaranya Sekretaris PWI-LS Ustadz Faridz Miftah, Kasepuhan PWI-LS Ustadz Tajuddin, Kementerian Budaya Gus Mamik, Budayawan Mbah Minto Harso, serta anggota PWI-LS dari berbagai wilayah Kabupaten Pasuruan. Kehadiran mereka menambah semarak dialog yang berlangsung dalam suasana penuh penghormatan dan kebersamaan.

Dalam paparannya, Iptu Bambang menegaskan bahwa sejarah harus dipahami secara jujur berdasarkan fakta, sementara budaya perlu dikaji dari akar tradisi yang melahirkannya. Menurutnya, kepentingan persatuan bangsa harus selalu menjadi pijakan utama dalam memandang sejarah, budaya, dan kebangsaan, sehingga tidak terjebak pada kepentingan kelompok semata.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia lahir dari perjalanan sejarah yang panjang, di mana agama, budaya, dan perjuangan saling terkait satu sama lain. Dalam konteks Islam Nusantara, peran Walisongo dinilai memiliki kontribusi besar melalui pendekatan pendidikan, sosial, budaya, seni, hingga pembinaan masyarakat. Karena itu, sejarah tidak cukup dipahami melalui cerita turun-temurun, melainkan harus dikaji melalui sumber sejarah, peradaban, manuskrip, peninggalan budaya, dan realitas perkembangan masyarakat.

Lebih lanjut, Iptu Bambang mengajak peserta untuk bersikap bijak dalam menyikapi tradisi dan budaya. Menurutnya, ngaji budaya bukan berarti menerima seluruh tradisi tanpa kajian, tetapi juga bukan menolak semuanya tanpa pemahaman. Dengan pengetahuan yang memadai, masyarakat akan lebih dewasa dalam menyikapi perbedaan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.

Diskusi semakin menarik ketika Iptu Bambang menyelipkan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi dalam penjelasannya. Uraian yang disampaikan secara lugas dan menyejukkan itu mendapat apresiasi serta aplaus dari para tokoh agama dan anggota PWI-LS yang hadir. Sekretaris PWI-LS Ustadz Faridz Miftah juga menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan kesediaan KBO Binmas Polres Pasuruan untuk hadir dan berbagi wawasan kepada masyarakat.

Menutup kegiatan, Iptu Bambang kembali menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi persatuan bangsa. Ia mengajak seluruh peserta untuk belajar sejarah dengan jujur, memahami tradisi dengan bijak, serta mengedepankan persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui semangat itulah, nilai persatuan dan kesatuan Indonesia diharapkan terus tumbuh dan terjaga di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa. (B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *