SORONG, suarakonservatif.id— Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sorong terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan, berfokus pada pembekalan keterampilan agar mereka mandiri dan siap kembali berperan produktif di tengah masyarakat.
Upaya nyata ini diwujudkan melalui pelaksanaan program Tailor Made Training (TMT), hasil kerja sama resmi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sorong. Kegiatan berlangsung di Ruang Pelatihan Lapas Kelas IIB Sorong dan diikuti sejumlah warga binaan yang telah diseleksi dan ditetapkan sebagai peserta (11/09/2026).
Dalam kesempatan ini, para peserta dibekali materi praktis pada dua bidang keahlian utama, yaitu pembuatan mebel dan perabot kayu, serta instalasi listrik bangunan sederhana. Kurikulum dirancang khusus agar tidak hanya memberikan pengetahuan teori, tetapi lebih banyak melibatkan praktik langsung dipandu instruktur ahli dari BPVP Sorong.
Nilai tambah yang sangat berharga dari program ini adalah: seluruh materi dan kompetensi yang dipelajari berstandar nasional dan tersertifikasi resmi. Artinya, keahlian yang dikuasai warga binaan memiliki pengakuan sah, sehingga bisa menjadi modal kuat untuk mencari pekerjaan maupun membuka usaha sendiri saat masa pidana selesai.
Kepala Lapas Kelas IIB Sorong, Heri, A.Md.IP., S.H., M.H., menyampaikan bahwa pembinaan tidak boleh hanya berhenti pada pengawasan.
“Pemasyarakatan yang baik itu tidak sekadar menahan dan mengawasi. Kami harus mempersiapkan mereka agar keluar dari sini membawa bekal kompetensi, kemandirian, dan kepercayaan diri. Dengan keterampilan bersertifikat, jalan mereka untuk kembali hidup wajar dan berguna akan jauh lebih terbuka,” tegas Heri.
Pihak Lapas juga berharap sinergi bersama BPVP Sorong dapat terus diperluas dan ditingkatkan, menghadirkan jenis pelatihan baru yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja serta potensi daerah, sehingga program pembinaan semakin efektif dan bermanfaat besar bagi warga binaan maupun masyarakat luas.
(TIM/RED)


