Sorong, suarakonservatif.id- Akhir akhir ini modus melalui digital dan online banyak dilakukan oleh sindikat penipu yang berujung melakukan pemerasan kepada korbannya. Biasanya mereka akan kejar terus korbannya yang terlihat ketakutan akan ancamannya.
“Salah satu modus yang dilakukan adalah melakukan video call kepada anda, saat diangkat kita diperlihatkan dengan tampilan perempuan sexi bahkan sampai telanjang, dilayar hp ada wajah kita, lalu mereka (penipu) merekam layar ataupun mengambil tangkapan layar. Setelah itu korbannya akan diancam rekaman tersebut akan di tayangkan di medsos bila tidak diberikan sejumlah uang” ujar Riswandi Pandjaitan, ketua PPWI (Persatuan Pewarta Warga Indonesia) wilayah Papua Barat Daya (02/04/2026).
Riswandi menceritakan ada salah satu warga kota Sorong yang menjadi korban penipuan dengan modus seperti itu, dan korban seorang pria berinisial HR tersebut sempat panik saat tau fotonya di unggah di salah satu akun media sosial.
” Kasian, beliau orang yang dikenal baik oleh tetanga disekitarnya, saat postingan di medsos itu dilihat oleh netizen, banyak yang memberi komentar yang tidak baik. Hal itu sempat membuat beliau stress dan merasa malu” lanjut Riswandi.
Riswandi mengatakan kepada HR agar tidak perlu panik, karena apa yang dialami HR banyak juga dialami oleh orang lain hampir di seluruh daerah, dan biasanya korban yang menjadi panik adalah orang orang yang dikenal baik oleh masyarakat, dirinya takut karena gambar dari tangkapan layar tersebut menjadi pembicaraan negatif tentang diri mereka.
Riswandi Panjaitan berpesan agar setiap orang tidak perlu mengangkat Video Call (VC) dari nomor tidak dikenal, sebaiknya dilakukan pesan melalui chat terlebih dahulu sebelum melakukan VC untuk memastikan orang yang menghubungi.
HR yang dalam kehidupan sehari hari bekerja keras dan dikenal sebagai pria baik oleh keluarganya menceritakan kejadian itu kepada awak media ini saat ditemui di rumahnya (31/04/2026)
” Saya malam itu habis bekerja dan masih pakai baju kerja yang kotor, tiba tiba telpon video call masuk dari nomor yang saya tidak simpan, saya angkat itu yang muncul gambar perempuan telanjang, saya tidak kenal dan tiba tiba dia kirim gambar saat video call itu kesaya, dan ancam mau dinaikkan ke facebook sambil minta uang. ” ujar HR.
HR yang merasa tidak mengenal orang tersebut dengan tegas menentang dan tidak bersedia memberikan uang yang diminta. Keesokan harinya foto itu benar benar dimuat di media sosial dan menjadi pembicaraan terutama bagi keluarga dan teman yang dikenalnya.
“Saya sempat merasa malu, tapi setelah saya diyakinkan oleh pak ketua PPWI agar tudak panik, dan juga dikuatkan oleh istri yang percaya kepada saya, saya anggap itu sebagai cobaan. Saya sudah dapat pelajaran dari pak Wandy biar lain kali tidak angkat kalo ada nomor tidak dikenal yang video call ke saya”tutup HR.
(Lauren Kokmala)

