Bupati Tambrauw  Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Sasapor

TAMBRAUW,PBD suarakonservatif.id— Bupati Kabupaten Tambrauw, Yeskiel Yesnath, S.E., M.Si., yang menjabat untuk periode 2025–2030 bersama Wakil Bupati Paulus Ajambuani, melakukan peletakan batu pertama sekaligus menandai dimulainya pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di wilayah Sasapor, Kabupaten Tambrauw. Upacara seremonial berlangsung di Kampung Jogte, Sasapor, pada hari Selasa, 14 Oktober 2026.

Acara ini dihadiri oleh jajaran aparat pemerintahan setempat, Kapolres Tambrauw, perwakilan pelaksana proyek, serta para nelayan setempat yang hadir menyambut gembira momen tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Yeskiel Yesnath menjelaskan bahwa pembangunan di Sasapor merupakan bagian dari program besar di mana seluruh wilayah Papua Barat Daya, termasuk Kabupaten Tambrauw, akan dibangun sebanyak 26 titik Kampung Nelayan Merah Putih yang tersebar di berbagai daerah pesisir.

 

Berita terkait :

26 Titik Kampung Nelayan di Papua Barat Daya Siap Dapat Fasilitas BBM & Es Melalui KNMP, Nelayan Sambut Antusias

“Pembangunan ini bukan hanya di satu tempat saja. Di seluruh wilayah Papua Barat Daya, ada 26 titik Kampung Nelayan Merah Putih yang akan dibangun, dan Sasapor adalah salah satunya. Ini bukti bahwa pemerintah hadir merata untuk masyarakat pesisir kita,” ujar salah satu tim Satgas .

Para nelayan yang hadir terlihat sangat antusias dan menyambut program ini dengan penuh kebahagiaan. Mereka berharap fasilitas ini nantinya benar-benar dapat membantu memperbaiki kualitas hasil tangkapan, mempermudah kegiatan melaut, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.


Sementara itu, Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilayah Papua Barat Daya, Riswandi Pandjaitan, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan acara ini. Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan adanya sinergi yang baik antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.

“Acara ini menunjukkan sinergi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, di mana pemerintah daerah mendukung program strategi nasional yang dilakukan oleh pemerintah pusat,” ungkap Riswandi Pandjaitan.

Infrastruktur ini nantinya akan menjadi pusat pendaratan, pengolahan, dan pemasaran hasil tangkapan ikan yang layak dan terpadu. Semoga seluruh pembangunan di 26 titik tersebut berjalan lancar dan membawa manfaat besar bagi masyarakat Papua Barat Daya. (TIM/RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *