Kemah Ukhuwah I JSIT Papua Barat Daya Digelar di UNIMUDA Sorong, Perkuat Persaudaraan dan Karakter Kepemimpinan Pramuka SIT

SORONG,suarakonservatif.id — Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Papua Barat Daya melalui Satuan Komunitas Pramuka Sekolah Islam Terpadu (Sako Pramuka SIT) menggelar Kemah Ukhuwah Wilayah (Kemwil) I Papua Barat Daya Tahun 2026 di Kampus Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong, Kabupaten Sorong, pada Jumat–Senin, 23–26 Oktober 2026. Kegiatan perdana di tingkat wilayah ini diikuti ratusan peserta didik dari Yayasan Al Izzah Sorong dan Yayasan An Nizzam Kabupaten Sorong, yang terdiri atas anggota Pramuka golongan Penggalang tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), didampingi para pembina dari masing-masing pangkalan.

 

Kemah Ukhuwah ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pembinaan kepramukaan di lingkungan Sekolah Islam Terpadu (SIT), sekaligus mempererat persaudaraan antarpeserta didik dari berbagai pangkalan di Papua Barat Daya. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembinaan generasi muda melalui aktivitas kepramukaan yang menarik, menyenangkan, dan edukatif untuk menumbuhkan rasa persaudaraan, mengembangkan potensi diri, serta memperkuat tanggung jawab terhadap bangsa dan negara berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

 

Upacara pembukaan Kemwil I Papua Barat Daya Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Kak Soni, selaku pengurus Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Papua Barat Daya. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Sorong beserta sejumlah pengurus kepramukaan lainnya hingga tingkat Kwartir Ranting di Kabupaten Sorong. Kehadiran jajaran pengurus Gerakan Pramuka tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pembinaan generasi muda melalui kegiatan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, pembentukan karakter, keterampilan, dan semangat kebangsaan.

 

Dalam sambutannya, Kak Soni menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Kemah Ukhuwah Sako Pramuka SIT Papua Barat Daya. Ia berharap kegiatan ini menjadi ruang pembinaan bagi peserta didik untuk tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, terampil, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta bangsa. Ia juga menitipkan pesan agar seluruh peserta menjadi Pramuka yang beriman dan berakhlak mulia, tangguh dan mandiri, mampu membangun persatuan dan kesatuan, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan semangat pengabdian. Pesan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pengingat selama perkemahan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

 

Kak Marni Marsuki, S.Pd., selaku Pimpinan Satuan Komunitas Daerah (Pinsakoda) Pramuka SIT Papua Barat Daya, berharap Kemah Ukhuwah ini menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di antara peserta didik Sekolah Islam Terpadu di Papua Barat Daya. Menurutnya, perkemahan bukan sekadar kegiatan berkumpul di alam terbuka, melainkan bagian dari proses pendidikan yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik untuk belajar hidup bersama, saling mengenal, bekerja sama, dan menghargai satu sama lain. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan semakin mandiri, terampil, disiplin, dan bertanggung jawab. Pengalaman selama berada di lingkungan perkemahan juga diharapkan mampu melatih keberanian, ketahanan mental, serta kemampuan peserta dalam menghadapi berbagai tantangan.

 

Ketua JSIT Indonesia Wilayah Papua Barat Daya, Ibsan, S.Pd.,Gr., menyampaikan bahwa Kemah Ukhuwah merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam menyiapkan generasi Islam yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki keimanan, akhlak mulia, jiwa kepemimpinan, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. “Melalui Kemah Ukhuwah ini, kita berharap lahir generasi Islam yang memiliki semangat persaudaraan, tangguh, mandiri, berkarakter, dan siap mengabdi untuk negeri. Anak-anak kita perlu mendapatkan pengalaman belajar yang nyata, yang melatih mereka untuk bertanggung jawab, bekerja sama, berani menghadapi tantangan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan,” ujarnya.

 

Ibsan menegaskan bahwa pembinaan melalui kepramukaan memiliki peran strategis dalam mendukung pendidikan karakter peserta didik. Nilai-nilai yang dipelajari di sekolah perlu diperkuat melalui pengalaman langsung agar menjadi kebiasaan dan membentuk karakter dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong atas dukungan penuh yang diberikan sehingga kegiatan Kemwil I Papua Barat Daya dapat terselenggara dengan baik. Menurutnya, dukungan berbagai pihak merupakan wujud kolaborasi penting dalam memajukan pendidikan dan pembinaan generasi muda di Papua Barat Daya.

 

Kesuksesan penyelenggaraan Kemwil I Papua Barat Daya juga tidak terlepas dari kontribusi luar biasa para kakak dari SMAIT Peradaban Al Izzah yang dipercaya menjadi panitia penuh dalam kegiatan ini. Keterlibatan mereka bukan sekadar bentuk partisipasi dalam menyukseskan agenda kepramukaan tingkat wilayah, melainkan juga menjadi bagian nyata dari penerapan nilai-nilai leadership atau kepemimpinan yang selama ini diajarkan di sekolah. Melalui amanah tersebut, para kakak SMAIT Peradaban Al Izzah memperoleh ruang untuk mempraktikkan kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama tim, kemampuan berkomunikasi, serta keterampilan menyelesaikan persoalan secara langsung di lapangan.

 

Peran para panitia muda tersebut tidak terlepas dari arahan dan kepemimpinan Kak Syamsuddin, S.Pd.,Gr., selaku Ketua Panitia Kemwil I Papua Barat Daya Tahun 2026. Dengan koordinasi dan komunikasi yang intensif, ia senantiasa menggerakkan seluruh unsur kepanitiaan, memastikan setiap bagian memahami tugas dan tanggung jawabnya, serta membangun koordinasi hingga lini terbawah. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan dan kelancaran pelaksanaan kegiatan, sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi para panitia dalam belajar memimpin, melayani, dan bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang sama. Keterlibatan aktif para kakak SMAIT Peradaban Al Izzah ini menjadi gambaran bahwa pendidikan kepemimpinan tidak berhenti pada penyampaian materi di ruang kelas, tetapi perlu diwujudkan melalui kepercayaan, tanggung jawab, dan pengalaman nyata.

 

Selama perkemahan, peserta mengikuti pembinaan ibadah berupa salat berjamaah, zikir pagi dan petang, serta qiyamul lail. Berbagai kegiatan lain juga diselenggarakan, antara lain keterampilan kepramukaan, pionering, masak rimba, latihan ketangkasan, edukasi, olahraga, anjangsana, dan pentas seni. Seluruh rangkaian tersebut dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan, wawasan, keterampilan, dan pengalaman yang mendukung pembentukan karakter peserta didik secara menyeluruh, baik dalam aspek spiritual, sosial, emosional, mental, intelektual, maupun fisik. Kemwil I Papua Barat Daya juga mengusung semangat “SELEBRASI” atau Semangat Lebih Berani Beraksi, sebagai dorongan bagi peserta untuk berani mencoba, aktif belajar, membangun kerja sama, dan menerapkan nilai-nilai positif dalam setiap aktivitas.

 

Terselenggaranya Kemwil I Papua Barat Daya menjadi langkah awal bagi penguatan pembinaan Pramuka SIT di tingkat wilayah. Kolaborasi antara JSIT Indonesia Wilayah Papua Barat Daya, Sako Pramuka SIT, yayasan penyelenggara pendidikan, perguruan tinggi, dan jajaran Gerakan Pramuka diharapkan dapat terus dikembangkan untuk menghadirkan pendidikan karakter yang bermakna bagi generasi muda. Kemah Ukhuwah I JSIT Papua Barat Daya diharapkan melahirkan generasi Pramuka SIT yang berakhlak mulia, tangguh menghadapi tantangan zaman, mampu bekerja sama dalam keberagaman, serta siap mengambil peran dalam membangun masyarakat dan Indonesia di masa depan. (TIM/RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *