SORONG ,suarakonservatif.id– Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Papua Barat Daya akan menggelar Festival Rakyat 2026 yang berlangsung selama satu minggu penuh di Pantai Reklamasi, Kota Sorong. Acara ini akan berlangsung mulai tanggal 14 Juli hingga 20 Juli 2026.
Ketua KADIN Papua Barat Daya, Darwanto, menyampaikan bahwa festival ini bertujuan untuk mempererat kebersamaan masyarakat, sekaligus mendorong pengembangan ekonomi lokal dan potensi pariwisata di wilayah Sorong serta sekitarnya.
“Kami ingin menghadirkan ruang berkumpul yang menyenangkan bagi seluruh lapisan masyarakat Papua Barat Daya. Selain hiburan, festival ini juga menjadi wadah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk unggulan daerah,” ujar Darwanto di Sorong, Rabu (8/7).
Ketua Panitia Pelaksana, Lelyani Esing, menjelaskan bahwa rangkaian acara dirancang untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Salah satu daya tarik utama adalah kegiatan Nonton Bareng pertandingan Piala Dunia yang akan ditayangkan secara lebar melalui layar video tron di lokasi acara.
Selain nonton bareng, berbagai lomba seru juga disiapkan panitia, antara lain:
– Lomba mewarnai untuk anak-anak
– Lomba busana/fashion kreasi lokal
– Lomba karaoke untuk masyarakat umum
Panitia juga telah menyediakan puluhan stand khusus yang diisi oleh pelaku UMKM dari berbagai sektor, mulai dari kuliner khas Papua, kerajinan tangan, hingga produk kreatif lokal lainnya.
Dalam penyelenggaraan festival ini, panitia bekerja sama dengan TNI, POLRI, dan stasiun TVRI Sorong untuk menjamin kelancaran, keamanan, serta penyebaran informasi kepada masyarakat luas. Dukungan dana penyelenggaraan juga telah diperoleh dari berbagai pihak sponsor yang berkomitmen mendukung kegiatan kemasyarakatan di Papua Barat Daya.
Lelyani menambahkan bahwa masyarakat diundang secara gratis untuk memeriahkan acara ini. “Kami harap warga Sorong dan daerah sekitar dapat hadir, menikmati suasana pantai yang asri, serta mendukung produk-produk buatan anak bangsa khususnya dari Papua Barat Daya,” tutupnya.
(Don)

