20 Mahasiswa Pascasarjana IAD Probolinggo Ikuti International Short Course Program (1st ISCP) di Malaysia

Probolinggo, suara konservatif.id – Pascasarjana Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan International Short Course Program (1st ISCP) yang akan dilaksanakan di Malaysia pada 20–24 Juli 2026. Program internasional perdana ini diikuti oleh 20 mahasiswa Pascasarjana dan menjadi bagian dari strategi pengembangan kapasitas akademik, jejaring internasional, serta kolaborasi riset dan pendidikan Islam dengan berbagai institusi pendidikan terkemuka di Malaysia.

Mengusung tema “Learn Globally, Inspire Locally”, program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar lintas negara yang mengintegrasikan penguatan akademik, pengembangan kepemimpinan, pertukaran budaya, serta kolaborasi penelitian. Selama lima hari, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan ilmiah di Institut Aminuddin Baki (IAB) Cawangan Genting Highlands, Universiti Malaya, Sekolah Kebangsaan R10 Wangsa Maju, serta melakukan kunjungan resmi ke Jawatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) di Putrajaya.

Rangkaian kegiatan meliputi kolokium internasional, workshop manajemen pendidikan, presentasi hasil penelitian Pendidikan Islam, educational benchmarking, Focus Group Discussion (FGD) bersama Dato’ Prof. Emeritus Dr. Riza Atiq, workshop penulisan artikel ilmiah bereputasi internasional, hingga penandatanganan Letter of Intent (LoI) sebagai dasar pengembangan kerja sama akademik antara institusi di Indonesia dan Malaysia. Selain kegiatan akademik, peserta juga akan mengikuti campus tour, city tour Kuala Lumpur, serta kunjungan ke berbagai pusat pendidikan dan keislaman sebagai bagian dari penguatan wawasan global.

Direktur Pascasarjana Institut Ahmad Dahlan Probolinggo, Dr. Khoiriyah, M.Pd.I, menjelaskan bahwa International Short Course Program merupakan implementasi nyata visi Pascasarjana dalam membangun pendidikan tinggi yang berdaya saing internasional.

“International Short Course Program merupakan salah satu langkah strategis Pascasarjana Institut Ahmad Dahlan Probolinggo dalam membangun budaya akademik yang berorientasi global. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di luar negeri, tetapi juga berkesempatan berdiskusi langsung dengan para akademisi internasional, memahami praktik terbaik pengelolaan pendidikan, serta membangun jejaring penelitian dan publikasi ilmiah bersama. Kami berharap pengalaman ini mampu meningkatkan kompetensi akademik, memperluas perspektif keilmuan, dan melahirkan lulusan yang siap berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Dr. Khoiriyah, M.Pd.I.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa kerja sama dengan berbagai institusi di Malaysia merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pascasarjana IAD Probolinggo dalam meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi. Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang bagi pelaksanaan penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, publikasi internasional, serta pengembangan program akademik yang relevan dengan tantangan pendidikan global.

Melalui penyelenggaraan International Short Course Program (1st ISCP) ini, Pascasarjana Institut Ahmad Dahlan Probolinggo semakin meneguhkan posisinya sebagai perguruan tinggi Islam yang adaptif terhadap perkembangan global, berkomitmen menghasilkan lulusan unggul, serta aktif membangun jejaring internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Program ini juga menjadi tonggak penting dalam mewujudkan visi Pascasarjana IAD Probolinggo sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang inovatif, kolaboratif, dan berdaya saing di tingkat internasional. (BP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *