SORONG, suarakonservatif.id — Kabar rencana pembangunan fasilitas penyediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan es untuk kebutuhan pelaut melalui program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KNMP) disambut antusiasme tinggi oleh para nelayan di kawasan Tanjung Kausari, Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Selama ini, keterbatasan akses bahan bakar serta pasokan es yang memadai menjadi kendala utama yang kerap menghambat aktivitas melaut sekaligus menurunkan kualitas hasil tangkapan. Hadirnya fasilitas tersebut diharapkan menjawab kebutuhan mendesak para nelayan pesisir.
“Ketersediaan BBM yang mudah didapat serta es untuk menjaga kesegaran ikan akan sangat membantu kami. Aktivitas melaut menjadi lebih lancar, dan hasil tangkapan tetap terjaga kualitasnya saat sampai ke pasar,” ungkap salah satu perwakilan nelayan di Tanjung Kausari.
Kehadiran dukungan infrastruktur ini diproyeksikan tidak hanya memperlancar operasional harian para nelayan, tetapi juga mengurangi biaya pengadaan logistik yang selama ini terasa memberatkan. Dengan kualitas hasil tangkapan yang terjaga, nilai jual ikan pun diharapkan meningkat, sehingga membuka peluang nyata peningkatan taraf hidup masyarakat nelayan.
Secara keseluruhan, program KNMP ini akan menjangkau 26 titik Kampung Nelayan di seluruh Provinsi Papua Barat Daya, yaitu:
Kota Sorong
1. Kampung Rufei
2. Kampung Remu Selatan
3. Kampung Doom Barat
4. Kampung Suprau
5. Kampung Tanjung Kasuari
6. Kampung Soop
7. Kampung Ram
Kabupaten Sorong
1. Kampung Jeflio
2. Kampung Araar
3. Kampung Baingkete
4. Kampung Sawatuk
Kabupaten Sorong Selatan
1. Kampung Wamargege
2. Kampung Mate
3. Kampung Isogo
4. Kampung Nusa
5. Kampung Siri Siri
6. Kampung Kasueri
7. Kampung Klaugin
Kabupaten Raja Ampat
1. Kampung Jefman Timur
2. Kampung Amdui
3. Kampung Yensawai Barat
4. Kampung Salafen
5. Kampung Harapan Jaya
6. Kampung Meosbekwan
7. Kampung Boni
8. Kampung Mutus
Pembangunan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya pengembangan dan pemberdayaan masyarakat pesisir agar semakin mandiri dan sejahtera. Diharapkan rencana ini dapat segera direalisasikan secara tepat guna dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya langsung dirasakan nelayan di seluruh pesisir Papua Barat Daya. (TIM/RED)

