TEMINABUAN,suarakonservatif.id-– Keluarga besar Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (SD YPPK) Santo Paulus Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, menyambut hangat kehadiran 50 murid baru yang hari ini resmi memulai perjalanan pendidikan di jenjang Kelas 1.
Terletak di Kampung Namro (Nambro), sekolah ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan warga setempat, sangat dicintai dan menjadi kebanggaan karena konsisten melayani pendidikan anak-anak di wilayah ini sejak lama. Namun di tengah semangat menyambut generasi penerus, terselip keprihatinan mendalam: kondisi bangunan dan ruang belajar saat ini belum memenuhi standar kelayakan nasional. Ruangan terasa semakin sempit seiring bertambahnya jumlah siswa, atap dan lantai sudah menua serta mengalami kerusakan di beberapa titik, sementara sirkulasi udara dan pencahayaan alami belum memadai untuk menunjang kenyamanan proses belajar mengajar .
8
Meski fasilitas fisik belum memadai, komitmen dan kasih sayang terhadap anak-anak tidak berkurang sedikitpun. Kepala Sekolah Syrilus Menge, S.Pd., bersama seluruh tenaga pendidik berjanji tetap memberikan bimbingan terbaik melalui penerapan Kurikulum Merdeka yang dikemas secara menyenangkan, sekaligus menanamkan nilai-nilai iman, budi pekerti luhur, serta cinta budaya lokal dan kearifan masyarakat adat setempat.
“Kami sangat menyayangi anak-anak ini dan berusaha sekuat tenaga mendidik mereka dengan hati. Namun kami juga berharap ruang yang mereka tempati bisa mendukung proses belajar dengan baik. Kami memohon perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan maupun Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, agar kondisi bangunan kelas ini segera diperbaiki atau dibangun ulang sesuai standar yang berlaku demi kenyamanan dan keselamatan siswa,” ujar perwakilan guru.
Hal senada disampaikan perwakilan orang tua wali murid yang hadir menyambut anak-anak. “Kami sangat percaya pada dedikasi dan kesabaran guru-guru di sini, namun kami tak kuasa menahan sedih melihat anak-anak kami harus belajar di ruangan yang belum layak. Sebagai orang tua, kami memohon agar pemerintah daerah segera memperhatikan kondisi sekolah ini. Anak-anak adalah penerus daerah dan bangsa, mereka berhak mendapatkan fasilitas yang aman, nyaman, dan layak untuk menggapai cita-cita mereka,” katanya dengan harapan besar.
Filosofi Pendidikan: Hak yang Sama, Masa Depan yang Sama
Menyikapi kondisi ini, Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPD PPWI) Papua Barat Daya, Riswandi Pandjaitan, menyampaikan pandangan dan dukungannya. Menurutnya, pendidikan bukan sekadar pengajaran di dalam ruangan, melainkan hak dasar setiap anak yang harus dipenuhi tanpa memandang letak geografis.
“Secara filosofis, pendidikan adalah fondasi untuk memanusiakan manusia, menjembatani kesenjangan, dan membuka jalan bagi peradaban yang lebih baik. Tidak adil jika semangat belajar anak-anak di pedalaman justru terhalang oleh tembok yang rapuh atau lantai yang tidak rata. Sekolah yang layak adalah cermin penghargaan kita terhadap masa depan daerah ini,” ungkap Riswandi saat ditemui di kantornya (10/07/2026).
Lebih lanjut ia menjelaskan, di mata masyarakat dan prinsip pers pewarta warga, keadilan pendidikan berarti setiap anak berhak tumbuh di lingkungan yang mendukung potensi terbaiknya—baik di kota besar maupun di Kampung Namro, Teminabuan. “Kita tidak bisa menuntut anak-anak berprestasi maksimal jika kita sendiri belum memberikan tempat yang pantas bagi mereka untuk bermimpi. Fasilitas yang memadai adalah bentuk penghormatan kita terhadap hak mereka, sekaligus investasi nyata bagi kemajuan Papua Barat Daya di masa depan,” tambahnya.
Pihak PPWI Papua Barat Daya juga berjanji akan terus mengawal dan menyuarakan aspirasi warga serta sekolah ini, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi mendukung pemenuhan fasilitas pendidikan yang layak bagi semua anak di wilayah ini.
Pihak SD YPPK Santo Paulus Teminabuan berharap perhatian dan dukungan segera datang dari berbagai pihak, sehingga semangat belajar 50 murid baru ini tidak terhalang oleh keterbatasan gedung. Selamat memulai perjalanan pendidikan ananda-anakanda, semoga harapan kita bersama segera terwujud demi masa depan yang lebih cerah dan berkeadilan. (TIM/RED)

