Tambrauw, suarakonservatif.id— Polres Tambrauw melaksanakan pengawalan terhadap kendaraan yang melintas pada jalur Fef – Sorong dan Sorong – Fef (17/03/2026), serta menambah sejumlah pos pengamanan pada titik-titik rawan, pasca terjadinya insiden penembakan dan penganiayaan terhadap empat pengendara sepeda motor di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya.
Kegiatan pengamanan ini dilakukan sebagai langkah cepat kepolisian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif. Pengawalan dilaksanakan secara intensif, baik dari arah Fef menuju Sorong maupun sebaliknya, dengan fokus pada wilayah-wilayah yang dianggap rawan, seperti Kampung Bamfot, Jokbe, Bano, hingga Distrik Bamusbama.
Selain pengawalan, Polres Tambrauw juga telah menempatkan pos-pos pengamanan tambahan guna memperkuat kehadiran anggota Polri di lapangan. Hal ini bertujuan untuk mempercepat respons terhadap potensi gangguan keamanan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas di wilayah tersebut.
Dalam pelaksanaan kegiatan, petugas juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat dan para pengguna jalan agar tetap waspada dan berhati-hati. Untuk sementara waktu, masyarakat juga diimbau agar tidak menggunakan kendaraan roda dua, khususnya saat melintasi jalur rawan, demi keselamatan bersama.
Hingga saat ini, pelaksanaan pengawalan dan pengamanan berjalan dengan aman dan lancar. Situasi secara umum terpantau kondusif dan terkendali.
Polres Tambrauw menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan serta memberikan perlindungan maksimal pasca kejadian tersebut.
(TIM/RED)

