Sorong, suarakonservatif.id- Di penghujung bulan Ramadhan, pengurus PPWI (Persatuan Pewarta Warga Indonesia) wilayah Papua Barat Daya, mengadakan kegiatan kunjungan ke salah satu Panti Asuhan di kabupaten Sorong (20/03/2026).
Ketua PPWI Papua Barat Daya, Riswandi Pandjaitan, datang bersama rekannya wartawan senior Siberandus Refund pukul 17.30 WIT di Panti Asuhan Al-Hijrah yang berdomisili di jalan Lobak Unit II Aimas.
Kedatangan pengurus PPWI disambut baik oleh ibu Hamidah sebagai pengurus Panti Asuhan bersama anak anak asuh yang ada saat itu .
Ibu Hamidah adalah wanita asal Bintuni, dirinya menjadi pengurus Panti Asuhan Al Hijrah dan memiliki anak asuh sebanyak 45 orang yang terdiri dari putra putri Papua Muslim.
“Disini ada 45 anak asuh putra putri Papua Muslim, ada yang sudah kuliah juga dan ada yang masih duduk di bangku sekolah SD” ujar Hamidah dengan ramah.
Salah satu anak asuh bernama Malik dengan senyum ramah sempat berbincang dengan Riswandi dan mengatakan sudah duduk di kelas 4 SD.
Saat kunjungan itu tampak juga hadir istri dan kedua anak kembar dari ketua PPWI Papua Barat Daya yang ikut membantu menyerahkan bantuan berupa sembako dan makanan untuk berbuka puasa di akhir bulan Ramadhan tahun ini.
“Putri saya Hermin dan kembarannya Herman mengumpulkan pakaiannya dan alat sekolah yang sudah tidak dipakainya namun masih layak, mereka bilang boleh tidak kasih ini ke anak panti asuhan? Saya bangga anak kecil bisa berpikir untuk berbagi dan langsung merespon, saya ajak rekan rekan PPWI untuk mengumpulkan donasi yang kami antar sekarang” ujar Riswandi ayah dari sepasang anak kembar laki laki dan perempuan ini
Riswandi mengajak rekan rekannya untuk selanjutnya menjadikan kunjungan ke Panti Asuhan sebagai kegiatan rutin PPWI PBD satu kali dalam setiap bulannya.
“Masih ada beberapa panti asuhan di sekitar kita, saya ajak rekan rekan untuk mengunjungi minmal satu Panti Asuhan setiap bulan, dan apa yang akan diberikan kepada anak anak panti nanti bisa dikumpukan seikhlasnya.” lanjut Riswandi.
Untuk masalah pendidikan anak anak Panti Asuhan, ibu Hamidah menceritakan bahwa pemerintah juga cukup membantu dengan memberikan beasiswa kepada anak anak asuhnya, bahkan Universitas Muhamadiyah (UNIMUDA) juga turut membantu memberikan beasiswa bagi anak yang melanjutkan kuliah.
Riswandi berharap dengan kegiatan kunjungan ke panti asuhan seperti ini dapat membantu untuk menyampaikan hal hal yang diperlukan anak anak dan pihak pengurus panti kepada pemerintah.
” Dengan kunjungan seperti ini, kiranya kami dapat membantu menyampaikan apa yang dibutuhkan oleh pengurus panti dan anak anak asuhnya kepada pemerintah, karena anak yatim yang dalam kondisi tidak mampu atau terlantar ditanggung oleh negara sesuai Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945). Jadi pemerintah bisa membantu mereka (anak anak asuh) melalui pengurus panti asuhan yang ada. Itulah fungsi kami sebagai kontrol sosial” tutup Riswandi .
(Lauren Kokmala)

