Sorong,suarakonservatif.id— Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Wilayah Papua Barat Daya menggelar agenda Pelantikan Pengurus dan Musyawarah Kerja Wilayah (MUKERWIL) ke-1 pada Sabtu, 14 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan struktur organisasi serta penyusunan arah gerak strategis sekolah Islam terpadu di wilayah tersebut.
Mengusung tema *“Kolaborasi dan Inovasi untuk Penguatan Mutu dan Pendidikan Karakter JSIT Indonesia”*, kegiatan ini dihadiri kurang lebih 52 peserta yang terdiri dari pengurus wilayah, para ketua yayasan, serta kepala Sekolah Islam Terpadu se-Papua Barat Daya.
Dalam sambutannya, Ibsan, Ketua JSIT Wilayah Papua Barat Daya menyampaikan bahwa agenda ini merupakan bagian dari konsolidasi pengurus untuk menyatukan visi, langkah, dan gerak perjuangan. Ia menegaskan bahwa penguatan sinergi antar sekolah dan yayasan menjadi kunci dalam menghadirkan Sekolah Islam Terpadu (SIT) yang bermutu dan berdaya saing.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial pelantikan, tetapi momentum menyatukan energi dan komitmen bersama untuk menghasilkan SIT yang bermutu, khususnya di wilayah Papua Barat Daya,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau berharap melalui forum MUKERWIL ini lahir program kerja yang terukur, sistematis, rapi, serta berdampak nyata bagi pengembangan mutu sekolah Islam di daerah tersebut. Program-program yang disusun diharapkan mampu memperkuat kualitas akademik sekaligus pendidikan karakter sebagai ciri khas Sekolah Islam Terpadu.
Sebagai bagian dari jaringan nasional JSIT Indonesia, wilayah Papua Barat Daya berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan pembinaan karakter.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan nuansa ukhuwah, mencerminkan komitmen kuat seluruh peserta dalam membangun kolaborasi demi kemajuan pendidikan Islam terpadu di Papua Barat Daya.
Melalui pelantikan dan MUKERWIL perdana ini, JSIT Wilayah Papua Barat Daya menegaskan tekadnya untuk menjadi penggerak mutu pendidikan dan penguatan karakter generasi Qur’ani di tanah Papua Barat Daya.
(TIM/RED)

