Barcode BBM Subsidi My Pertamina Masih Menjadi Masalah di Papua Barat Daya, Diduga Ada Permainan

Sorong, suarakonservatif .id – Menyoroti Pemblokiran/pencabutan sementara code Barcode Subsidi BBM Petralite oleh Petra Niaga (unit Bisnis pertamina) pusat yang sudah menjelang 3 bulan masih menjadi kendala bagi pengguna kendaraan roda 4 dan roda 6 di Provinsi Papua Barat Daya.

Sesuai wawancara kami dengan mbak Hilda bagian administrasi Pertamina yang menangani gangguan code barcode (05/01/26), dikatakan bahwa pengguna code barcode subsidi yang sudah diblokir/sementara oleh Patra Niaga Pertamina pusat wajib konfirmasi kembali ke Pertamina Marketing operation Regonal Vlll unit Terminal Sorong,jln A.Yani No.3 Sorong Papua Barat Daya.

“Untuk pemblokiran akun lama lalu buat akun baru melaui aplikasi My Pertamina subsidi.”ujar Hilda.

Sedangkan menurut Safta kepala Cenal Admistrasi pertamina Marketing Regional VIII Sorong juga mengatakan pemblokiran sementara terjadi karena : ” Patra Niaga sedang pembersihan Akun disebabkan adanya akun yang tidak jelas,alamat Email-nya 1 tetapi banyak pemakai anomali ( penyimpangan/kelalaian) karena waktu pendaftaran barcode pertama atmin spbu mengunakan 1 Email untuk mendaftarkan 1 – 5 pemilik kendaran dinomor plat mobil yang berbeda’ujar Safta.

Dia (Safta) kembali menambahkan bahwa setiap penguna barcode yang sedang dibersihkan jangan kuatir/takut terkait borcode yang diblokir,karena dari pihak pertamina sedang siapkan posko”disetiap SPBU untuk membantu bp/ibu yang bercodenya di blokir. Tetapi dengan catatan si pemilik kendaraan harus siapkan:

1.Email pribadi penguna mobil. 2.Ktp penguna Mobil. 3.Kartu KK penguna mobil. 4.STNK pemilik Mobil.

“Untuk mendaftar kembali barcode baru sesuai dengan plat nomor polisi penguna” tuturnya sambil mengakhiri wawancara ini.

Tanggapan Riswandy Panjaitan sebagai pemilik dan penguna mobil sangat kecewa terhadap Pertamina yang secara tiba tiba tanpa pemberitahuan atau pengumuman terkait pembersihan Akun.

“Kami sangat susah untuk mendapatkan BBM Subsidi yang menjadi hak kami, jadi saya mewakili semua masyarakat PBD penguna akun mobil yang diblokir mengharapkan kepada Pertamina segera mengambil langkah cepat dalam menangani masalah ini dengan baik dan bijak” kata Riswandi yang juga adalah ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) wilayah Papua Barat Daya.

Riswandi juga berharap pihak penegak hukum dapat mengawasi penyaluran BBM subsidi akhir akhir ini, karena menurutnya patut diduga ada oknum oknum nakal yang akan mengambil kesempatan pada saat adanya pemblokiran ini.

“Patut diduga akan ada penyimpangan,karena BBM subsidi tersebut pasti akan terus di salurkan dari Depo ke SPBU yang ada, sementara kita tidak bisa mengisi, lalu siapa yang bisa membelinya? Kan tidak mungkin ditampung terus di SPBU yang dikirim oleh Depo”ujar Riswandi.

(Frans Baho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *