Rekayasa Jalan Sorong – Aimas Km 17 Menelan Korban Jiwa, LSM GEMPUR Menyoroti Kinerja PJN II

Sorong,suarakonservatif.id-Warga dan para pekerja proyek juga pegawai yang bekerja dikementrian agama dikagetkan dengan adanya satu insiden laka lantas seorang pengendara motor PB 4413 AQ yang jatuh dan terhempas kekolong truk pasir PB 9672 AB yang bermuatan full bak yang sedang menanjak dari arah kota Sorong menuju Aimas (09/12/2025)

Akibat kecelakaan tersebut pengendara motor bernama Agustinus Sonny 51tahun meninggal ditempat dengen kondisi mengenaskan.

Menurut penjelasan dari warga setempat , korban melaju dengan kecepatan biasa dan tidak kencang hendak mendahului truk bermuatan pasir dari arah yang sama yang sedang menanjak dengan pelan karena padatnya arus lalulintas dan jalan menanjak.
” Benar… Sebenarnya kecelakaan itu terjadi karena adanya pengalihan jalan dari satu arah menjadi dua arah karena jalan disebelah sedang diperbaiki” tepat ditempat kejadian ada jalan yang bergelombang dan berlekuk sekitar 10 cm yang berpotensi terjadinya laka lantas karena oleng atau kehilangan keseimbangan bagi setiap pengendara motor roda dua ” ujar seorang  warga yang tidak mau disebutkan identitasnya.

Keterangan pengendara motor yang lain juga mengatakan ” Pak, saya juga hampir celaka kemarin sore, seharusnya pihak perusahaan yang mengerjakan perbaikan jalan membuat rambu rambu jalan atau menempatkan orang untuk mengatur lalulintas, gitu loh” katanya dengan nada kesal.

Sementara itu Sosbin Sitorus,  ketua LSM Gerakan Pemantauan Kinerja Aparatur Negara (GEMPUR)  wilayah Papua Barat Daya,menyoroti dan menyayangkan kejadian laka lantas yang merenggut nyawa seorang pengendara motor metik, yang sampai saat ini. ” Kami belum mendapatkan Identitas korban yang pasti.” ujar Sosbin.

” Terus terang ya.. kejadian seperti ini seharusnya tidak akan terjadi kalau pihak kontraktor dan PU satker Sorong mencermati dan memperhatikan kondisi jalan ketika hendak merekayasa lalulintas dari satu arah menjadi dua arah, persis di TKP kondisi jalan bergelombang dan ada lekukan biasa disebut jalan aspal bunting yang bila dilewati kendaraan roda dua akan mengalami kehilangan keseimbangan, seharusnya diperbaiki terlebih dahulu atau disiapkan seseorang yang mengatur arus lalulintas disaat ramai kendaraan.”lanjut Sosbin Sitorus yang juga alumni Lemhanas RI.

“Saya sudah coba pertanyakan mengenai K3 Kesehatan dan keselamatan kerja kepada PPK Pak Purnomo dan Pihak kontraktor yang mengerjakan proyek jalan Sorong Aimas PT Kaswari Papua Mandiri,  tapi WA dan Telepon saya tidak direspon.”kata Sosbin.

Menurut Sosbin bahwa K3 itu ada anggaranya dan cukup besar bisa mencapai 3 persen dari nilai anggaran proyek.

Sosbin Sitorus juga mengatakan bahwa anggaran K3 itu harus digunakan untuk menjamin kesehatan dan keselamatan kerja para pekerja dan warga yang ada disekitar lokasi proyek dan orang yang melakukan aktivitas dilingkungan proyek tersebut, dia mengatakan dengan tegas karena  memegang sertifikat petugas K3 dari kementerian PUPR.

Terakhir ketua Gempur mengingatkan kepada pihak kontraktor dan PPK PJN 2 untuk mengevaluasi kegiatan pekerjaan proyek jalan Sorong Aimas terutama pelaksana K3 agar jangan terjadi lagi laka lantas yang mengakibatkan korban jiwa dan meminta pihak kejaksaan Sorong mempertanyakan pelaksanaan kegiatan proyek yang kerap kali menjadi pemberitaan dimedia masa.

(Don Brian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *